DONASI ONLINE

Biar Allah Yang Mempertimbangkan


    Aku aneh terhadap prilaku kawanku yang tak pernah absen dalam shalat, tapi ia pun tak pernah mau meninggalkan zinah bersama kekasihnya. Kalau kata orang perbuatan seperti itu disebut STMJ (Shalat Terus Maksiat Jalan).
    Suatu ketika aku beranikan diri untuk menanyakan tentang prilakunya itu, “Kamu adalah orang yang tak pernah lepas dari sembahyang, namun kenapa berzinah pun tak pernah bisa kamu lepaskan?”
    “Allah menyuruhku shalat, maka aku shalat. Dan Allah melarangku berzinah, aku pun zinah. Tinggal Dia yang mempertimbangkan mana yang akan dia ambil dan nilai: shalatku? Atau zinahku?” jawab kawanku.

Bandung , 13-02-2011










  





















Andai Muhammad Menyuruhmu Mati Deminya


    Dalam perjalanan pulang ke Kotsan, aku berbincang bersama seorang kawan tentang kecintaanku kepada Baginda Rasulullah SAW, “Aku begitu mencintai Muhammad nabiku, aku rindu kepadanya, aku ingin mencium tangannya. Sungguh akan aku lakukan apa pun deminya.”
Kawanku malah bertanya, “Tolong jawab oleh hatimu kawan.! Seandainya sekarang Rasulullah turun ke bumi, dan ia berada dihadapanmu, lalu ia menyuruhmu untuk mati sekarang juga deminya, apakah kamu siap?”
Aku terdiam, tak bicara sepatah kata pun. Nyaliku menjadi ciut. Kawanku melanjutkan ucapannya, “Antara lidah dan hati memang berjarak sangat jauh.”

Bandung, 13-02-2011

Cinta Itu Spontan


    Suatu ketika aku mengungkapkan cinta kepada wanita yang baru tiga hari kukenal. Dia tidak mengerti kenapa aku jatuh cinta kepadanya secepat itu. Kemudian ia bertanya kepadaku,
    “Kenapa begitu mudahnya kamu jatuh cinta padaku? Dan beri aku alasan kenapa kamu mencintaiku?”
    “Cinta datang secara spontan. Dia tak memerlukan alasan apa pun. Namun dari seringnya bersama, maka semua alasan itu akan terbangun dengan sendirinya.” Jawabku

Bandung, 14-02-2011

Allah Tidak Punya, Sedang Manusia Punya

 
    Bersama seorang kawan aku menuju rumah saudaraku yang terletak cukup jauh dari rumahku. Di tengah perjalanan itu aku sedikit mencandainya,
    “Apakah ada sesuatu yang Allah tidak punya, sedangkan manusia punya?” tanyaku dengan sedikit tersenyum.
    “Tak ada yang tidak dimiliki Allah, Dia adalah Yang Maha Memiliki.” Jawab kawanku
    “Oh ada kawan.. sesuatu yang tidak dimiliki Allah, tapi manusia memilikinya.”sambungku
    “Ah tidak mungkin jika ada sesuatu yang tak dipunyai Allah. Tapi kalau ada, apa itu??” Tanya kawanku penasaran
    Aku mendekati dan berbisik di telinganya dengan nada lirih, “Anak dan istri.”

Bandung, 15-02-2011

Belajar Mati Sebelum Mati

 
    Salah satu dosen yang begitu aku kagumi mengundangku ke rumahnya, ia ingin berbicara banyak denganku. Di ruang tamu kami pun asyik berbincang, mengkaji dan memaknai kehidupan masing-masing.
    Dari banyaknya yang ia katakan, hanya satu hal dari ucapannya yang aku tangkap dan kuresapi,
    “Belajarlah untuk selalu memberi, agar kamu pantas diberi oleh Sang Maha Pemberi. Memberi berarti melepaskan keterikatan dengan barang yang kamu berikan. Dan memberi yang paling tinggi yaitu tatkala kita mati, karena mati adalah melepaskan keterikatan dengan sesuatu yang selama ini kita anggap milik kita, nyawa. Dan saat kamu memberi, sesungguhnya kamu sedang belajar mati sebelum mati”

Bandung, 15-02-2011

Terserah Allah


    Saat mondok di pesantren, aku sering berdiskusi dengan guruku. Dalam salah satu diskusi aku bertanya kepadanya tentang keadaan orang non Islam,
    “Guru, apakah orang yang bukan Muslim berhak masuk syurga?”
    “Terserah Allah, toh Dia yang punya syurga. Jadi siapa pun berhak memasuki syurga-Nya kalau memang Dia kehendaki. Jadi kita tak perlu repot.”

Bandung, 15-02-2011

Catetan Indung Keur Kuring Bag 4

PALANGSIANG

Nu anyar pinanggih
Kairut ku kembang asih
Kapentang asmara wanoja
Nyawa hayang naratas cinta
Pamohalan!
Naha?
Ah duka teuing, teu ngarti
Kedalna cinta rumegag
Dek ngucapkeunnana
Palangsiang

Diri kudu ngukur ka kujur
Ngijir ka diri
Naha asmara geus samawa?
Naha asih nyaah rek gumati?
Atawa saukur lelengse hate?
Nu anyar pinanggih
Hate can gilig rarabi
Palangsiang 
 
Cag; Ambu Heny Gustini

September 2010

Catetan Indung Keur Kuring Bag 3

TEU TARAPTI
 
Medar rasa na mangsa nu salah
Teu tarapti lantaran teu surti
Jurungkunungna nafsu
Ngagedur na catur tanpa bukur
Rengkak polah tos taya kadalini
Lir sagara nu rek bedah

Nyuluuh kanu teu tembong
Haying ngecagkeun raga
Nu pasolengkrah na tapak nu rangsak
Kaduhung teu dibendung
Hanjakal teu disungkal
Ngaberung nafsu mawa padungdung
Ngalentab bebeneran tapi katiwas
Ayeuna tinggal ngababatang
Ngalungsar katandasa lampah
Hirup teu neut
Paeh teu hos
 
Cag: Ambu Heny Gustini

September 2010

 
Powered by Blogger