Puisi "Wahai Tuhan Yang Agung"

WAHAI TUHAN YANG AGUNG

Wahai Tuhan yang Agung
Aku hanya manusia yang tak punya apa-apa
Takkan pernah punya apa-apa
Dan memang tak berguna buat apa-apa
Tapi tolong aku agar engkau
Jadikan aku wali-Mu
Yang jika ada seorang yang menghinaku
Maka engkau siap berperang
Untuk membelaku yang tak punya apa-apa
Yang Takkan pernah punya apa-apa
Dan memang tak berguna buat apa-apa.

WAHAI PENGGEMBALA KECERDASAN MAKHLUK

Wahai Maha Penggembala kecerdasan makhluk
Yang memiliki kepintaran Maha Dahsyat
Ilmu-Mu tak terbatas
Walau lautan jadi tinta
Pohon jadi pena
Maka ilmu-Mu tak pernah tergambarkan
Oleh apa pun dan siapa pun
Aku minta pada-Mu agar engkau mau
Menjadikanku hamba-Mu yang bodoh
Bukan bodoh tak bisa baca tulis
Namun aku tak pernah merasa punya apa-apa
Karena aku yakin
Bahwa jasadku adalah milik-Mu dan untuk-Mu
Bahwa qolbuku adalah milik-Mu dan untuk-Mu
Bahwa ruhku adalah milik-Mu dan untuk-Mu
Dan sirrku ini adalah milik-Mu dan untuk-Mu

WAHAI MAHA PENENTU HIDUP DAN MAUTKU

Wahai Maha Penentu Hidup dan Mautku
Ada yang tak aku mengerti
Ada yang aku ingin tanyakan pada-Mu
Tapi jangan Kau marah atas pertanyaanku ini
Aku mohon.
Mungkin ini agak lancang
Untuk apa aku dilahirkan ke dunia?
Engkau menulis dalam kitab-Mu aku dilahirkan hanya untuk beribadah.
Apa hanya untuk itu?
Dari apa aku diciptakan?
Engkau menulis dalam kitab-Mu, aku diciptakan dari tanah.
Apa hanya dari itu?
Dimana aku diam?
Engkau menulis dalam kitab-Mu, aku diam dialam yang fana yaitu dunia
Apa hanya disitu?
Kemana aku akan kembali?
Engkau menulis dalam kitab-Mu, bahwa aku akan kembali kepada-Mu
Apa hanya kepada-Mu?
Maafkan bila aku lancang.

WAHAI MAHA PENCIPTA ADAKU

Wahai Maha Pencipta Adaku
Engkau memberiku rasa yang Agung
Cinta
Kepada salah-satu hamba-Mu
Aku tak dapat memeliharanya
Dia membuatku lupa kepada-Mu
Ampuni aku Tuhan
Kerlip matanya membuatku teringat
Akan kekuasaan-Mu yang luas
Aku mengharapkan cintanya
Namun tak kuasa Tuhan…!
Biarkan aku sedikit merasakan cintanya
Walau tak lama
Rasa yang agung ini akan kupelihara
Hingga waktu yang Kau tentukan
Tuhan…!

WAHAI MAHA PEMILIK SEGALA KENIKMATAN

Wahai Maha Pemilik Segala Kenikmatan
Ibuku telah mengandungku
Bapakku telah menjagaku
Ibuku tapi tak pernah berhitung
Ayahku tak pernah merasa tersiksa
Aku memuja mereka berdua
Karena
Ridho-Mu engkau selipkan pada mulut ibuku
Kasih-Mu engkau simpan pada wajah bapakku
Andai aku alirkan darah dan keringat ini
Untuk membalas kasih sayang mereka
Sungguh tak akan cukup
Hanya satu yang kupinta untuk mereka dari-Mu
Berikanlah syurga-Mu untuk mereka
Aminn..

WAHAI MAHA PEMBERI KEKAYAAN

Wahai Maha Pemberi Kekayaan
Kenapa Engkau tidak adil dalam memberikan rizki
Kepada hamba-Mu
Ada yang kaya
Ada yang miskin
Tapi engkau adil
Dalam memberi kebahagiaan
Dan kesusahan
Sungguh Engkau Maha Pemberi Teka-teki

WAHAI MAHA PEMUAI MOLEKUL JISIMKU

Wahai Maha Pemuai segala molekul jisimku
Ayah ibuku telah memberiku nama
Abdul Mughni Shiddiq
Abdul adalah Pengabdi
Mughni adalah yang kaya
Shiddiq adalah penegak kebenaran dan kejujuran
Maka biarkan aku
Menjadi pengabdi yang kaya
Dengan ilmu, harta dan amal
Serta penegak kebenaran dengan kejujuran
Karena namaku adalah do’aku

WAHAI MAHA PENGATUR SIANG DAN MALAM

Wahai Maha Pengatur siang dan malam
Andaikan perjuanganku atas tegaknya keadilan-Mu ini
Semata-mata karena aku dan golonganku
menginginkan selain ridho-Mu
dan bukan demi tegaknya keadilan itu sendiri
Maka borgolah kekuatan kami
Sobek-sobeklah kehormatan kami
Supaya kami berhenti dalam menduakan-Mu

WAHAI MAHA PEMELIHARA DETAK JANTUNGKU

Wahai Maha Pemelihara Detak Jantungku
Jika kutembangkan puisi-puisi-Mu
Serta bait-bait cinta-Mu
Karena memimpikan sanjungan
Dan pujian makhluk-Mu
Maka campakanlah aku
Kedalam kotoran
Yang Engkau merasa jijik terhadapnya.

WAHAI MAHA PENJAGA NYAWA DAN UBUN-UBUNKU

Wahai Maha Penjaga Nyawa dan Ubun-ubunku
Jadilah Engkau jantungku saatku bernafas
Jadilah Engkau telingaku saatku mendengar
Jadilah Engkau mataku saatku melihat
Jadilah Engkau otakku saatku berfikir
Jadilah Engkau bibirku saatku mengucap
Jadilah Engkau hidungku saatku mencium
Jadilah Engkau tanganku saatku meraba
Jadilah Engkau kakiku saatku melangkah
Jadilah Engkau hatiku saatku merasa
Agar aku selalu mereguk cinta-Mu

0 komentar:

Posting Komentar

Cara Memberi Komentar:
1. Isi Komentar Anda di kotak yang tersedia
2. Beri Komentar Sebagai: Klik Name/URL dan masukan Nama dan Alamat web anda
3. Kemudian klik Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger