Puisi "Bukan Apa-apa"

NABI-NABI KECIL
kita tak bersedia sebagai anak yang belajar
kebelum mampuan sangatlah wajar
tak perlu ditutup-tutupi. Kenapa kita
cenderung menciptakan diri menjadi
nabi-nabi kecil yang bersabda
dengan gagah perkasa
ketidak mampuan hanyalah fitrah
yang diberikan tuhan.
Agar kita bergantung padanya.
Tak keras kepala
Kita laksana fir’aun congkak
Yang tak mau menjadi hamba

BUKAN APA-APA
Puisi bukan apa-apa
Hanya karya manusia
Sedang manusia bukan apa-apa
Kecuali yang bekerja
Agar ia lebih dari sekedar bukan apa-apa
Dada dipenuhi kebinatangan
Bengis, sombong, rakus
Bahkan syahwat
Sadarlah wahai manusia..!
Kau bukan apa-apa
Apa pun saja bukan apa-apa
Kecuali tuhan

AKU ADALAH AKU
Dimana saja dan kapan waktu tiba
Aku adalah aku
Sebagaimana dihutan pun
Engkau adalah engkau
Aku bukanlah engkau
Engkaupun bukanlah aku
Aku tak ingin menjadi engkau
Engkaupun janganlah menjadi aku
Kita sama
Kita beda
Tak mengerti siapa yang mulia
Aku peringatkan bahwa:
Aku adalah aku

SURAT KEPADA ZAMAN
Wahai zaman.
Maaf aku tak bisa menemuimu
Aku hanya dapat menyelip sepucuk surat
Wahai zaman.
Aku ingin Tanya padamu.
Aku ataukah dirimu yang berubah..?
Aku dengar. Kau anggap dirimu paling sehat
Dan memuncaki ilmu
Tapi berderet penyakit baru tumbuh.
Dimana kanker dahulu..?
Dimana stroke dahulu..?
Dimana flu burung dahulu..?
Kau menyalahkan semua benda
Padahal dirimu yang tak dapat
Membombardir budakmu
Jika aku berubah
Itu karna kau yang tak punya keahlian
Mengaturku

KALIAN MENGERTI TAPI BODOH
Kenapa?
Pengetahuan kalian tidak
Membuat kalian mengerti
Kenapa?
Kalian anggap diri kalian raja
Padahal hanya seorang budak
Kenapa?
Kalian mengaku pintar
Padahal kalian begitu dungu dan tololnya
Walau jutaan gelar kalian gendong
Tak akan membuat takut

Dalam otak kalian yang pintar
Berkumpul banyak sekali kedangkalan
Yang tak kalian tahu
Kalian mengerti tapi bodoh

ATASAN MANUSIA
Boz. kalian anggap atasan
Manager. kalian anggap atasan
Atasan manusia hanyalah Allah
kalian lupa itu

LAMARLAH AKU WAHAI TUHAN..!
Ya tuhan..!
Lamarlah aku dari dunia kehidupan ini
Jadikan aku budak dirumah-Mu
Jadikan aku kekasih dihati-Mu
Jadikan aku kebanggaan-Mu
Ya tuhan..!
Jangan kau murka
Salah yang ku injak
Ini lalai dan lupa
Tak membuatku mencintai-Mu
Sepenuh hati
Lamarlah aku
Wahai tuhan

BUKAN BAGIAN KAMU UNTUK MENILAI
Kamu jangan terlalu kejam
Menilai manusia
Meskipun ia seorang pelacur
Bajingan, preman,
Atau bandit
Memang kamu siapa?
Tuhan?
Mungkin saja kamu lebih buruk dimata tuhan
Daripada pelacur
Jangan anggap suci dirimu
Karna kamu begitu kotor

JANGAN TERTIPU
Jangan mudah kamu tertipu
Siapa saja bisa jadi tokoh islam mendadak
Dan mubaligh mendadak
Modal assalamu’alaikum
Hafal beberapa ayat, dan pengakuan dosa.
Jadilah kyai haji, ustadz.
Satu lagi. Bisa ceramah
Jadi. Kalau mau jadi mubaligh top
Perbanyaklah dosa terlebih dahulu
Terus pakai metode khusnul khatimah
Koran, majalah, televisi memuatnya
Jadi betapa pentingnya dosa
Bagi mubaligh.

TUHAN TIDAK BODOH
Siapa bilang
Anak orang kaya pasti pintar?
Siapa bilang
Anak orang miskin pasti goblok?
Apakah karena orang kaya makannya
Dengan yang bergizi?
Apakah karena orang miskin makannya
Dengan yang kotor?
Memangnya tuhan bodoh
Buat aturan begitu

TEMAN DUNIA AKHIRAT
Mencari teman
Begitu sulit  bisa diajak taqwa
Aku takut terbawa
Aku ingin mencari teman sejati
Agar mendapat naungan tuhan
Pada hari dimana gunung seperti kapas
Dan langit seperti kertas

Sukar mencari teman dunia akhirat
Kebanyakan orang disekitarku itu
Seperti: jaksa, hakim, wasit, satpam, malaikat zabaniah,
Munkar nakir. Yang hanya bisa menyuruh, melarang,
Menuding, menyalahkan,
Dan tidur ngorok

PANCASALAH
1.keuangan yang maha esa
2.kemanusiaan yang rakus dan biadab
3.perseteruan Indonesia
4.kerakyatan yang dipimpin oleh bajingan     dalam kesetanan dan ketidak adilan
5.ketidak adilan sosial bagi sebagian rakyat Indonesia

Pancasila boleh lah…
Pancasalah no…

SEPUCUK SURAT DARI TUHAN
Wahai hambaku..!
Aku memberimu nikmat, karna aku begitu mencintaimu
Tapi kau pura-pura tak tahu.
Setiap saat aku menunggumu untuk mengetuk
Pintu rumah-Ku. Tapi kau tak datang jua.
Seandainya kau mau mengetuk rumah-Ku,
Akan kuberikan apa yang kau ingin dan pinta.
Setiap hari aku memberimu rizki
Tapi setiap hari  kau malah membuat aku cemburu.
Aku begitu malu padamu, tapi kau tak pernah merasa malu
Pada-Ku.
Wahai hambaku..!
Aku akan tetap setia menunggumu.
Semasih dirimu bernafas
Aku tunggu balasanmu

AWAS ANJING GALAK.!!
Tak sengaja  melihat sebuah ruangan
Melihat manusia-manusia bertelanjang
Dikelilingi anjing-anjing buduk
Manusia itu tak bisa melawan, hanya berteriak
Sekali berteriak dia digigit
Kasihan sekali mereka. Yang bertelanjang
Aku jijik melihat anjing-anjing itu

LINDUNGI AKU DARI KURSI
Duduk dikursi seperti yang enak terlihat
aku tak berani mendudukinya
Dibawahnya terlihat gumpalan api yang meraung-raung

Orang yang sedang duduk dikursi itu tertawa kecut.
Apakah dia tahu apa yang ada dibawahnya?
Aku saja yang tolol takut. Apalagi dia..
Seandainya aku duduk dikursi itu,
Dengan mudah aku menggoyangkan
Menginjak
Menyeret
Menindas bahkan membunuh

SIAPAKAH MEREKA?
Siapakah orang yang bodoh?
Siapakah orang yang kerdil?
Siapakah orang yang tak bisa berfikir?
Siapakah orang yang pengecut?
Merekalah orang yang lupa akan maut.
Yang setia menunggunya.
Walaupun umur ribuan tahun
Akhirnya mati juga.

HATI
Siapa yang tahu dia
Kecuali aku beserta tuhan.
Enak saja kau menilainya, padahal kau tak tahu
Di tempatnyalah aku bersarang
Mengisi hidup yang tak pasti
Dia adalah sebaik-baik pemberi masukan
Dia diciptakan dengan begitu bersih
Hanya aku saja yang selalu membuatnya kotor dan keruh
Aku ingin menjaganya namun sungguh
Sulit dan licin
Lebih mudah mencari ketiak ular
Daripada menjaganya

BERTERIMA KASIHLAH..!
Berterima kasihlah pada gelap
Karna dia, ada terang
Berterima kasihlah pada keburukan
Karna dia, ada kebaikan
Berterima kasihlah pada pencuri
Karna dia mengajarkan kita kehati-hatian
Berterima kasihlah pada kebodohan
Karna dia, ada kecerdasan.
Dan berterima kasihlah pada koruptor.
Karna dia, kita tahu bagaimana hancurnya kursi jabatan

KEPADA PEMELUK NASHRANI
Hai nashrani
Teganya engkau
Menuduh tuhan yang aku sembah
Kau katakan dia beranak
Kau bilang dia beristri
Untung saja tuhanku begitu sabar menghadapimu.
Hai nashrani
Seandainya tak ada hari kiamat
Dimana keadilan ditegakan
Maka akan ku umumkan perang kepadamu.

AT VS ME
Dalam hidup ini yang serem suka pake akhiran at :
Sekarat
Pejabat
Kumat
Jimat
Keramat
Kiamat
Kualat
tamat
Dalam hidup ini yang menyenangkan pake awalan me:
Menjilat
Memukuli
Menindas
Menikam
Mengambil
Menjagal
Menghukum

INDAHNYA BISNIS KONG KALI KONG
Ada uang ade disayang
Gak ada uang ade dibuang
Virus kong kali kong menyebar
Ke mana-mana
Kalo punya uang urusan beres
Tak punya ya seret
Gak terima dibilang sombong
Diterima gimana..?
Yang goblok itu
Kita atau mereka…?

MAAFKAN SAYA
Maafkan saya
Dulu ketika saya merasa seperti raja
Kemana-mana dikawal
Tempat duduk beda
Kendaraan jangan Tanya
Kalo saya pidato
Saya seakan-akan yang memberi hidayah
Semua harus dengar
Tak mau menerima nasehat
Saya seperti menikmati posisi-Mu
Dipuja-puja, serta dikagumi
Sampai saya bergumam sendiri:
Laa illaha illa anaa

KYAI AHENG
Suatu hari
Kyai aheng pergi untuk mengajar
Didepan santrinya
Saat kumpul dimasjid, kyai bertanya:
“ makhluk apa yang paling rakus..?”
Santri menjawab “ ya hewan pa kyai..” “kata siapa.?”
Kyai bertanya lagi. “ya kata pengetahuan umum, binatang kan rakus” jawab santri.
Kyai menjawab: “makhluk yang paling rakus ya manusia. Kalau hewan jika sudah kenyang ya sudah, tapi kalau manusia, jika sudah kenyang ya terus saja makan, walaupun mengambil punya orang lain”
para santri hanya diam

BANDIT BANDIT PESANTREN
Enam tahun aku menikam pesantren
Enam tahun pula aku banyak melihat bandit
Di pesantren
Yang nyolong banyak
Yang kayak algojo gak terhitung
Hanya memukul, menyuruh, menghukum
Aku belum pernah dengar nabi mendidik dengan memukul
Tapi malah jadi adat.
Aku masuk pesantren ingin baik
Bukan harus baik

KORUPSI
Makan hasil korupsi
Minum hasil korpsi
Rumah hasil korupsi
Inilah bangsa yang besar
Korupsi menjadi sahabat sehari-hari
Korupsi menjadi identitas
Dalam bangsa besar ini
Bangsa yang selalu merasa besar ini.
Bangsa yang selalu membesar-besarkan dirinya ini.
Bangsa yang ingin dianggap besar ini

MUSTAHIL
Mustahil.
Negri ini , negri terkorup didunia.
Negri ini memiliki dan dipimpin banyak
Pemuka yang pintar-pintar
Alim-alim
Cerdas dan intelektual
Paham segala macam ilmu
Memanggul berbagai kehebatan ilmu persekolahan
Jutaan bukunya tebal-tebal
Pencapaian tekhnologinya amat dahsyat
Namun walau memiliki itu,
Mengalami krisis yang sedemikian parah
Berpuncak pada anarkisme dan
Amuk social

INTEL TUHAN
Aku ini memang intel tuhan
Tugasnya khusus
Dan berat
Mengawasi terus menerus
Agar tak terlalu menyeleweng
Satu oknum yang bernama
Abdoel Moeghni Shiddiq

BANYAKNYA KEMUNAFIKAN
Munafik itu ada banyak lapisan
Diwilayah tertentu ia suatu yang tak terhindarkan
Diwilayah yang lain ia suatu kewajaran
Diwilayah yang lain ia suatu kewajiban
Ada kemunafikan yang benar-benar kemunafikan
Ada kemunafikan yang separohnya adalah kejujuran
Ada kejujuran yang terlihat seperti kemunafikan
Ada kemunafikan yang terlihat seperti kejujuran
Ada kejujuran yang munafik
Ada kemunafikan yang jujur
Ada kejujuran yang tersaput oleh kemunafikan
Ada kemunafikan yang popular dan sudah lazim
Sehingga tak dianggap lagi sebagai kemunafikan
Untuk tidak khianat, bohong, dan ingkar
Bukan tugas mudah
Tak jarang bapak-bapak, om-om, ustadz-ustadz,
Yang paginya pahlawan, siangnya munafik

BINATANG BERKENDARAAN
Aku selalu berfikir:
Kenapa setiap aku pergi kejalan
Dan berpapasan dengan mobil-mobil
yang dikendarai
Oleh babi, anjing, beruang, musang,
Ayam jago, srigala, bahkan monyet
Aku begitu merasa takut.
Kalau begitu
Lebih baik aku menjadi
Seorang pengecut saja di rumahku.
Sebelum aku dapat terenyum sehat
Ditengah semua itu.
PELACURAN
Pelacuran tak bisa di hancurkan hanya
Dengan khotbah, dan ceramah agama.
Tentang moral
Atau neraka
Kita barangkali ingin sekedar
Tidak ingin jadi pelacur
Syukur bisa juga ikut
Tidak menambah jumlah pelacur.
Biarlah tuhan yang bekerja
Biarlah  dia yang menggenggam hati mereka.
Jangan kita ikut-ikutan
Mencibir mereka, menghina
Menghujat.

ANCAMAN YANG TAK DIHIRAUKAN
Lihat manusia diujung sana..!
Mereka lari tunggang langgang
Terbirit-birit
Katanya akan ada badai Katrina
Tsunami, bahkan gunung meletus.
Padahal belum tentu.
Aku heran pada mereka
Tuhan sudah menjanjikan dan mengancam
Bahwa akan ada suatu hari yang
Maha dahsyat. Yang pasti terjadi
Bumi akan memuntahkan isi perutnya
Langit akan membantingkan yang di pikulnya
Tapi mereka tak pernah lari seperti itu
Takut pun tidak

PERCAKAPAN INDAH
BAPAK : kamu mau ikut PMDK nggak ???!!
AKU      : nggak pak ah… saya sendiri aja.
BAPAK  : kamu kayak yang pinter aja..
AKU      : tapi kalau ikut bapak, banyak
Bohongnya, ada suapnya lagi…!
BAPAK  : tapi ini untuk masa depan kamu..
AKU          : tapi saya lagi boke..?????
BAPAK   : pokoknya besok harus ada uangnya
Juga siapkan persyaratannya.
AKU       : gimana besok aja.

BISMILLAH
Bismillah
Kutulis ini atas ijin tuhanku
Yang welas asih
Dia selalu bersamaku
Dan menjagaku tanpa lelah dan tidur

Bismillah
Kutuliskan isi kandungan hatiku
Bahwa aku berguru kepada siapa saja
Dari semut hingga gajah
Dari para kuli hingga presiden
Dari bajingan hingga ulama
Dari rumput sampai jin, malaikat, dan Allah.

PENGEMIS
Jika tak ada pengemis
Tak  akan ada orang kaya
Kamu pernah mengkritik saya : “ jangan kasih uang pada pengemis..! itu tidak mendidik..”
Kritik kamu benar. Kalau kamu sanggup mendidik mereka, bawalah kerumahmu..! kumpulkan dan asramakan. Biayai. Dan kasih kursus bagaimana hidup tidak mengemis.
Tapi kalau kamu tidak mampu mengangkut mereka kerumahmu dan mendidik mereka, kasihlah uang langsung..! jangan sampai engkau tidak mendidik, tapi juga tidak memberikan apa-apa
Aku yakin
Bahwa pengemis itu adalah
Pembantu Allah.
Jadi jangan kamu remehkan.

IBLIS DAN SETAN
Dulu
Zaman nabi Muhammad SAW.
Iblis dan setan hanya mampu beberapa saat bergelantungan di helai rambut para sahabat-sahabat beliau, untuk kemudian terpelanting jatuh oleh kekuatan iman para pengikut rasul agung itu.                                                                        Namun saksukanlah..! iblis dan setan zaman sekarang, berdetak dalam jantung, mengalir dalam darah dan bernafas dalam hidung kita.
Zaman nabi iblis dan setan seperti nyamuk yang dipukul, dan bukan seperti air.
Zaman sekarang, iblis dan setan seperti air yang dipukul, bukan seperti nyamuk

MARILAH MASUK SYURGA BERSAMA-SAMA
Setiap pagi dan petang
Aku melihat kucing berkeliling
Babi hutan berjajaran
Tapi sesekali seperti manusia kumelihatnya
Aku ingin menjadikan mereka manusia, namun sulit.
Tapi temanku biasa saja, tak peduli akan nasib kucing dan babi hutan itu.
“ hai teman marilah masuk syurga bersama-sama, jangan sendiri-sendiri saja..!”

TUHAN ITU TETAP SAJA SATU
Dari makhluk yang begitu kecil sebut saja kuman.
Dia tidak luput dari penglihatan dan pengawasan tuhan, apalagi yang besar.
Jangan sebut ia tuhan kalau sampai kebingungan.
Tuhan sendiri, tapi berada di semua pihak.
Ia satu, tapi memenuhi semua kelompok.
Ia tunggal tapi mengepung seluruh peristiwa.
Ia seolah-olah begitu banyak, karna ada dimana-mana.
Namun ketertipuan mata manusia.
Sama sekali tidak mengubah hakikat.
Bahwa tuhan itu satu.

MARTABAT MANUSIA
Harus ada KTP lah..
Kelakuan baik dari polisi lah..
Kartu kuning lah..
Kartu merah lah..
Jika di jelaskan langsung, tak percaya.
Alangkah rendah martabat manusia
Surat-surat tanda identitas, lebih penting dari dirinya sendiri.
Selembar kertas lebih dipercaya daripada kemanusiaannya.
Entah bagaimana asal mula ini semua.

“AKU TAK INGIN MENGAMBIL HAK-MU”
Ya Allah..
Aku tak bisa hidup kecuali dihadapan-Mu.          
Kalau aku berdiri di podium, engkaulah yang melihatku                                                                 kalau mulutku memekik-mekik, tangan ku acung-acungkan dihadapan jutaan manusia, engkaulah penontonku yang pertama..
Mataku menatap jutaan manusia itu, tapi jiwaku tidak menghadap mereka.     Jiwaku bukanlah yang mereka tonton atau kagumi, karna hanya engkaulah satu-satunya yang berhak atas puji.
Segala kekaguman, rasa cinta dan syukur kami semua, berjuta-juta manusia, bersama cahaya alam, matahari, bulan, bumi, langit, serta yang dibalik mereka semua, hanyalah menatap ke arah satu yang sama. Yakni engkau.
Aku akan terbakar luluh, jika berani-berani mengambil alih sesuatu yang menjadi hak-Mu.
Ya Allah…
Jangan kau biarkan aku mengambil hak-Mu.

SANG IDOLA
Idolaku hanya Satu
Rasulullah SAW,
Aku yakin tak ada semua ini tanpa kehadirannya.
Dia begitu sayang pada umatnya, tak mengutuk, tak melaknat, dia selalu berdo’a kebaikan untuk umatnya.
Kini kuikuti kaki Rasulullah dan tubuhnya yang berdarah setelah pulang dari peperangan uhud.
Kini kuucapkan do’a sebagaimana puisi syahadat yang beliau lantunkan.
Rasulullah menangis saat shalat-shalat malamnya.”mengapa aku hanya sesekali menangis dihadapanmu ya Allah.”
Aku cemburu kepada rohani rasulullah idolaku.
SIAPAKAH AKU?
Siapa yang tahu siapakah aku?
Tidak siapa pun yang tahu siapakah aku ?
Apa mungkin hanya yang menciptakanku, yang tahu siapakah aku?
Yang aku tahu.
Aku belum menjadi manusia baik, tapi setidaknya aku sudah belajar untuk tahu diri.
Aku bingung melihat hidup ini.
Kalau manusia bisa saja aku kelabui.
Tapi hati nurani ini?
Tapi tuhan?
Yang menciptakanku, sungguh tahu siapakah aku?

KEADILAN
Setelah ini semua
Selesai
Akan ada panorama baru
Timbangan keadilan berdiri
Jutaan roh bergentayangan
Tak jelas tujuan
Hanya Satu
Tidak seribu
Yang akan menghakimi
Jangan lengah
Menghampiri
Penguasa keadilan

INGIN TETAP HIDUP
Beliau masih ingin hidup
Sejuta tahun lagi
Tapi raga memang rapuh
Lebih empat balas abad beliau pergi
Hanya ajarannya yang masih tinggal
Dan juga
Kasih sayangnya yang terasa
Kita butuh seperti beliau
Kasih sayang. Harus ada
Dan memang harus tetap ada
Agar hidup terkepal
Agar mati teracung

ANAK-ANAK MATAHARI
“jangan-jangan kau hadapi dia..!!”
Menyerahkan apa yang punya
Anak-anak matahari
Tertusuk sengatan sang jahanam
Pendiaman hanya saksi
Keringatmu tak beda dengan air terjun
Sudah tercucur seluruh dimuka
Darah meleleh terus mendidih
Sambil berlari kau usap juga
Mimpi yang didamba
Selalu terganggu
“ kau jangan selalu menyerahkan diri..!! nanti darahmu jadi beku, bahkan habis.”

KETENANGAN
Kali malampun tiba segera
Aku tak dapat memejamkan
Kelopak mata
Ketenangan susah tuk direnggut
Hati hanya mengangguk saja
Jadi bala tentara diri
Kubiar dia
Mencekik batang leher
Yang patah karnanya
Aku hanya memiliki
Ketenangan belaka
Aku berkaca
Dalam bara asmara
Sepi memagut tak bergerak

0 komentar:

Posting Komentar

Cara Memberi Komentar:
1. Isi Komentar Anda di kotak yang tersedia
2. Beri Komentar Sebagai: Klik Name/URL dan masukan Nama dan Alamat web anda
3. Kemudian klik Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger